Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Limbah Sawit PTPN II...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara...
BerandaTeknologiPemprov Jabar Bentuk...

Pemprov Jabar Bentuk Satgas Sungai Cileungsi dan Cilamaya

Bandung, Limbahnews.com – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan Pemprov Jabar akan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Sungai Cileungsi dan Cilamaya pada akhir Januari 2020. Upaya tersebut untuk mengatasi masalah lingkungan seperti pencemaran air dan mencegah bencana alam akibat luapan air dari dua sungai tersebut.

“Insya Allah akhir bulan ini, Satgas Cilamaya dan Satgas Cileungsi sudah saya beri surat keputusan atau SK. Jadi itu sama dengan manajemen pengendalian pencemaran dan banjir di Sungai Citarum. Didalamnya ada TNI, Polri, kejaksaan, relawan, dan sebagainya,” jelasnya di Bandung, akhir pekan lalu.

Sungai Cileungsi berada di Kabupaten Bogor sedangkan Sungai Cimalaya membelah tiga kabupaten, yaitu Karawang, Purwakarta, dan Subang.
Emil mengemukakan dengan dibentuknya dua satgas tersebut maka secara bertahap semua sungai besar di Jawa Barat bisa diperbaiki atau dicegah.
“Untuk anggarannya, kami belum sampai ke anggaran karena prosesnya baru lahir setelah anggaran diketok. Ya minimal lahirnya organisasi ini sudah luar biasa, bisa kita hadirkan dulu,” terangnya.

Baca : Belum Ada Tindak Lanjut Limbah Sungai Cileungsi, Untuk Apa Ada Satgas?

Dia menyebutkan nantinya dua satgas ini akan bertugas menangani pencemaran di Sungai Cileungsi dan Cilamaya yang melintasi enam wilayah di Jawa Barat.
Selain itu, sejumlah pihak terkait yang berasal dari unsur pemerintah provinsi dan pemerintah kota kabupaten serta kepolisian akan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait penanganan pencemaran sungai-sungai tersebut.
“Mohon doanya semoga seluruh prosesnya berjalan lancar,” kata dia.

Limbahnews.com pernah melaporkan bahwa pencemaran Sungai Cileungsi masih saja terus berlangsung, meskipun sejumlah lembaga dan pemerintah sudah membuat rencana dan terjun langsung untuk menyelidiki dan mengatasi persoalan tersebut. Untuk itu, pemerintah diminta lebih tegas mengatasi persoalan tersebut karena berdampak ekonomi dan sosial kepada masyarakat di kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor.

“Sejak tahun lalu kami mendengar dan membaca berbagai rencana pemerintah kabupaten, provinsi, dan tingkat pusat dalam menghentikan penccemaran di Sungai Cileungsi. Ironisnya, pencemaran tetap saja berlanjut,” kata warga Bogor yang juga pemerhati lingkungan Vayireh STH belum lama ini.

Dikatakan, pemerintah seharusnya tetap mengacu pada berbagai aturan dan legalitas yang ada. Bukan sebaliknya, malah terlihat sepertinya tidak berdaya menghadapi sejumlah industri atau pabrik yang salah dalam membuang limbah.

Seperti diketahui, pada akhir Agustus lalu, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sungai yang membentang di kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor, tersebut. Namun, setelah tiga bulan mengangkat persoalan itu ke publik, pencemaran dari sejumlah industri dan limbah pabrik masih meresahkan warga sekitar.

Protes dan keluhan warga tentang pencemaran itu masih ada, sedangkan solusi dan tindak lanjut atas pelanggaran hukum dalam pencemaran itu juga belum jelas. [LN-04]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...