Jumat, Juli 12, 2024

Creating liberating content

Naksir Pengolahan Limbah Tambang,...

Ilustrasi pemulihan lahan bekas tambang (Mikrobios.id)Jakarta, Limbahnews.com - PT PP Presisi Tbk (PPRE)...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Botol PET Wajib Pakai...

Jakarta, Limbahnews.com - Asosiasi Industri Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) menyatakan kewajiban menggunakan...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...
BerandaKasusTasya Kamila Mendaur...

Tasya Kamila Mendaur Ulang Sendiri Sampah di Rumah

Jakarta, Limbahnews.com – Mantan artis cilik Tasya Kamila memiliki cara tersendiri mengatasi masalah sampah dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos. Dia berharap masyarakat pun mengurangi laju timbunan sampah yang terus meningkat setiap tahun.

Tasya juga merupakan Duta Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

Dalam kesehariannya, Tasya Kamila memerhatikan pemilahan sampah rumah tangganya. Di sela kegiatan yang padat, Tasya memiliki tabung komposter pribadi atau alat yang digunakan untuk membuat pupuk dari sampah sisa makanan.

“Salah satu komitmen aku terhadap lingkungan adalah perhatian terhadap sampah. Aku sudah mulai mengolah sampah menjadi pupuk kompos. Di rumah aku nabung sampah. Aku pisahkan sampah basah yang bisa terurai alami seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun-daunan. Setelah dimasukkan ke tabung komposter, disemprot dengan bioaktivator lalu tunggu 3-5 hari. Pupuk cair sudah bisa dipakai,” ujar Tasya dalam sebuah talkshow di Alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Selain itu, Tasya menghimbau generasi milenial untuk lebih siap sadar lingkungan. Perempuan 26 tahun tersebut mengingatkan bahaya penggunaan kantong plastik yang butuh waktu lama untuk terurai. Tasya sangat prihatin dengan banyaknya sampah plastik yang dibuang di laut, sungai, dan ekosistem lain sehingga dapat menyebabkan binatang mati/punah.

“Ibaratnya mungkin cuma satu bungkus permen saja yang kita buang sembarangan. Seandainya ada satu juta orang melakukan hal yang sama, timbunan sampah jadi banyak sekali. Itu baru satu plastik kecil, bagaimana dengan sampah yang lain,” jelasnya dalam kegiatan yang didukung Djarum Foundation.

Untuk itu, sudah saatnya mengurangi sampah plastik. Hal itu bisa dimulai dengan membawa botol minum dan tas belanja dari rumah serta menggunakan produk daur ulang lainnya. “Pokoknya kita harus memaksimalkan Reduce, Reuse dan Recycle,” ucap Tasya kepada Liputan6. [LN-05]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...