Rabu, Juli 24, 2024

Creating liberating content

Waspadai Harga Plastik di...

Kapal khusus memuat limbah plastik dari lautan. (Ist)Jakarta, Limbahnews.com - Ada sedikit cahaya...

Tutup Usaha Akibat Corona,...

Jakarta, Limbahnews.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat dunia usaha mati suri,...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...
BerandaKasusLimbah Sawit di...

Limbah Sawit di Langkat Penyebab Gatal-gatal dan Tangkapan Kepiting Anjlok

  • Ilustrasi sungai yang rawan dialiri limbah dari pabrik sawit (Artalab.id)

Langkat, Limbahnews.com – Pendapatan nelayan pencari kepiting di Air Tawar Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menurun diduga dampak limbah pabrik kelapa sawit yang dibuang ke parit dan sungai.

Jemi, warga Air Tawar Gebang yang berprofesi sebagai nelayan pencari kepiting, belum lama ini mengatakan penyebab tangkapan kepiting anjlok itu karena dia menduga limbah sawit dari PT JPN yang telah puluhan tahun dibuang ke parit warga.

Menurut dia, biasanya dia bisa mengantongi hasil antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu setiap hari. Namun, akibat pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah sawit maka pendapatannya merosot jauh.

“Biasanya saya bisa menghasilkan Rp 100 ribu tapi karena banyak kepiting mati, penghasilan saya nyaris tak ada lagi,” katanya.

Selain kepiting, dia mengaku, air yang tercemar limbah sawit juga menyebabkan biawak ikut mati dan warga mengalami gatal-gatal.

Kepala Lingkungan III Air Tawar Dalam Kelurahan Pekan Gebang P Harahap, seperti ditulis Republika, membenarkan dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi akibat pembuangan limbah PT JPN. Limbah dialirkan ke parit atau kanal ke Paluh Air Tawar hingga bermuara ke laut Gebang.

Dia memperkirakan dampak lingkungan pencemaran limbah PT JPN hingga puluhan kilometer ke arah laut yang berakibat matinya sebagian besar habitat kepiting. “Kalau dampaknya jelas puluhan kilometer dari objek pembuangan limbah, hal ini terjadi tahunan,” katanya.

Warga pernah melakukan aksi protes ke manajemen PT JPN dan ke DPRD Langkat, tapi belum ada tindakan pencegahan dan hanya sekedar meninjau ke lapangan saja. “Warga banyak yang mengeluhkan pencemaran lingkungan ini. Kami telah mengadu ke manajemen PT JPN dan DPRD Langkat, namun belum dituntaskan secara serius,” ungkapnya.

Pihak JPN belum berhasil dikonfirmasi terkait dugaan pencemaran tersebut.

Selain JPN, limbah pabrik sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Kebun Sawit Langkat juga dikeluhkan masyarakat karena mengakibatkan pencemaran aliran sungai.

Warga di Desa Paluh Pakih Babussalam, Kecamatan Batang Serangan, Langkat mengatakan limbah juga menyebabkan air sumur tidak jernih lagi dan tampak semacam berminyak. [LN-05]

Limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...