Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

Ancaman Investasi Kabur Usai...

Jakarta, Limbahnews.com -- Sejumlah pengamat melihat ancaman hambatan investasi masuk ke Indonesia melalui...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...
BerandaKebijakanBelum Ada Tindak...

Belum Ada Tindak Lanjut Limbah Sungai Cileungsi, Untuk Apa Ada Satgas?

Bogor, Limbahnews.com – Sejumlah upaya untuk mengatasi masalah limbah di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, rupanya sudah direncanakan. Salah satunya dengan membentuk satuan tugas untuk mengatasi sungai yang melintasi kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor, hingga bermuara di Kabupaten Bekasi. Selain untuk Sungai Cileungsi, satgas juga akan menangani Sungai Cilamaya yang banyak melintasi wilayah Purwakarta.

Salah seorang warga Bogor, Vayireh STH, memberi apresiasi atas rencana tersebut agar warga yang menjadi korban pencemaran mendapatkan jalan keluar. Namun, tindak lanjut satgas yang sudah diwacanakan sejak akhir Oktober lalu itu dipertanyakan.

“Satgas tersebut sudah dibicarakan sejak akhir Oktober lalu. Jangankan kinerjanya, keberadaan satgas itu sendiri sepertinya hilang ditelan angin. Jangan sampai hanya untuk meghibur sesaat saja,” ujar pria yang banyak melakukan advokasi di kawasan Bogor ini.

Secara khusus, lanjut dia, pencemaran Sungai Cileungsi, masih terus berlangsung. Meskipun sejumlah lembaga dan pemerintah sudah membuat rencana dan terjun langsung untuk mengatasinya. Pemerintah diminta lebih tegas karena berdampak ekonomi dan sosial kepada masyarakat Bogor hingga Bekasi.

Sebelumnya, Pemprov Jabar sudah berkomitmen segera membentuk satgas yang akan menanggulangi pencemaran Sungai Cileungsi dan Cilamaya yang melintasi enam kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Daud Achmad mengatakan dua sungai ini melewati Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta, dan Kabupaten Subang. Untuk itu, pihaknya mengundang stakeholder dari enam daerah tersebut untuk mengikuti rapat di Gedung Sate, Selasa (22/10/2019) lalu.

“Barusan kita rapat mengundang berbagai stakeholder, pihak-pihak terkait, bagaimana kita bisa menangani permasalahan yang ada di kedua daerah aliran sungai tersebut,” kata Daud saat itu.

Sejumlah pihak terkait yang berasal dari unsur pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, serta instansi hukum, akan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama terkait penanganan pencemaran sungai-sungai tersebut. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Pemprov Jabar dengan Ombudsman pada September lalu.

“Barusan kita sepakati bahwa kita akan secara legal secara formal akan membuat nota kesepahaman nota kesepakatan ada dari Pemerintah kabupaten kota ada dari kodam, polda, dan kejati, kemudian juga ada dari Kementerian LHK dan PUPR,” katanya seperti diktulis sejumlah media lokal.

Setelah ada kesepakatan, kata Daud, pihaknya akan membuat sebuah satgas dengan tugas-tugas tertentu. Di antaranya membuat roadmap dan rencana aksi. Mereka akan menangani DAS Cileungsi dan Cilamaya.

Pada akhir Agustus lalu, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sungai Cileungsi. Namun, setelah tiga bulan mengangkat persoalan itu ke publik, pencemaran dari sejumlah industri dan limbah pabrik masih meresahkan warga sekitar.

Protes dan keluhan warga tentang pencemaran itu masih ada, sedangkan solusi dan tindak lanjut atas pelanggaran hukum dalam pencemaran itu juga belum jelas. Pencemaran tidak saja terjadi pada sungai yang melintas di Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Gunungputri, tetapi hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi.

Sejumlah pabrik dan industri sudah diancam pidana, namun sanksi dan efek jera sepertinya belum ada. [LN-02]

Limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...