Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

Garap Investasi, NTB Bakal...

Mataram, Limbahnews.com - Organisasi nirlaba Classroom of Hope bertemu Wakil Gubernur NTB Sitti...

Mountrash Punya ATM Sampah,...

Jakarta, Limbahnews.com - Kreativitas dan upaya mencari solusi atas sampah terus berkembang. Bank...

Peluang Bisnis Pengelolaan Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) melihat adanya potensi untuk terlibat...

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...
BerandaKasusLimbah Pabrik Kelapa...

Limbah Pabrik Kelapa Sawit Resahkan Warga Ketapang dan Berau

  • Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

Ketapang, Limbahnews.id – Masyarakat mencium bau menyengat yang diduga dari limbah pabrik kelapa sawit milik PT Lanang Agro Bersatu (LAB) di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Bau yang menusuk hidung itu menurut warga mulai muncul saat memasuki musim hujan.

Warga mengatakan pabrik tersebut beroperasi sejak diresmikan bulan Januari 2019 silam. Lokasi pabrik yang tidak jauh dari permukiman masyarakat Sandai membuat bau limbahnya menyengat warga.

Norman yang juga warga setempat, mengeluhkan bau limbah dari pabrik kelapa sawit milik PT LAB yang semakin membahayakan. “Akhir-akhir ini bau limbah dari pabrik itu kembali tercium sepanjang hari. Kami khawatir bau limbah ini dapat meracuni kesehatan anak cucu jika dibiarkan,” kata Norman seperti diberitakan Inews.id.

Dia berharap perusahaan segera mengambil tindakan cepat. Apalagi di dekat lokasi pabrik ini ada sekolah yang berdiri.

Doni, pemilik satu warung kopi di kawasan tersebut juga mengeluhkan bau limbah tersebut. “Bau limbah ini tercium jelas sampai di warung saya, mungkin terbawa angin. Bau ini sangat mengganggu ketenangan konsumen di warung saya,” katanya.

Dia berharap pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan tersebut apabila ditemukan kelalaian.

Saat dikonfirmasi, Kordinator Plantation Support PT LAB Purwanto mengatakan limbah dalam level aman. Kami sudah jaga agar limbah tidak meluber,” katanya pekan lalu.

Secara terpisah, warga Tanjung Redeb, Sambaliung, Teluk Bayur dan Gunung Tabur hingga Segah di Kabupaten Berau, Kalimantan Utara, masih dibayangi kekhawatiran atas dugaan pencemaran Sungai Segah.

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo bersama tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Direktur PDAM Tirta Segah, melakukan pengecekan kulaitas air di watergate (pintu pembuangan air) salah satu perusahaan kelapa sawit di Sambarata.

“Fokus utama dari pengecekan ini untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran sungai ini dan mencari solusi permanen. Hal itu agar kedepannya tak terjadi lagi permasalahan seperti ini,” kata Agus.

Dari salah satu watergate milik sebuah perusahaan, ditemukan PH air yang sangar rendah yakni berkisar 2.6 hingga 2.8. Namun, watergate tersebut sudah di tutup dan tak mengalir ke sungai.

“Mereka sudah melakukan penutupan. Tapi Ini hanya bersifat sementara karena tak mungkin limbah ini tetap di lingkungan kebun mereka,” ungkapnya.

Kedepan, ujar Bupati, akan direkomendasikan kepada pihak perusahaan untuk membuat pengolahan limbah sebelum di buang ke sungai. Setidaknya menetralkan PH dari pembuangan perusahaan baru dialirkan ke sungai. [LN-05]

limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...