Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Bahlil Ingin Kemudahan Izin...

Aktivitas industri jangan mengabaikan lingkungan hidup.Jakarta, Limbahnews.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...
BerandaKasusWagub Jabar Akui...

Wagub Jabar Akui Anggaran Minim untuk Atasi Pencemaran Sungai Cileungsi

Bogor, Limbahnews.com – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadapi kendala keterbatasan anggaran dalam menangani pencemaran di Sungai Cileungsi.

“Penanganan Sungai Cileungsi memang tidak bisa dilepaskan dari penanganan sungai di Jawa Barat. Tetapi kami kan ada keterbatasan anggaran, tetapi bukan berarti kami mengabaikan,” ujar Uu usai acara forum Borderline Economic Summit (BES) di Hotel Royal Tulip, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019).

Menurut dia, selain menata Sungai Citarum, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat juga tidak menutup mata atas permasalahan yang kini terjadi pada sungai yang melintasi di Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor itu.

“Tetapi masyarakat mohon bersabar karena anggaran, atau dalam rangka mengeluarkan anggaran di pemerintahan ini kan tidak seperti membalikkan telapak tangan,” kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Dia mengaku akan menerapkan cara-cara yang digunakan dalam menata Sungai Citarum untuk menangani pencemaran Sungai Cileungsi. Tapi, ia belum mau berjanji untuk segera membentuk tim.

“Kenapa Citarum tercemar? Karena bukan hanya limbah rumah tangga, tapi juga ada industri di pinggirnya. Kan sekarang ada cara khusus untuk menangani itu. Kenapa tidak (ditiru),” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin mengangkat isu pencemaran Sungai Cileungsi dalam BES 2019 karena sungai itu melintasi dua daerah, yaitu Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Menurutnya permasalahan utamanya seperti pengendalian banjir dan pencemaran air sungai.

“Upaya penanganan masalah tersebut dilakukan dengan pembangunan Bendung Koja, long storage Masjid Siti Rawani, penertiban perusahaan pencemar hingga rencana pembangunan Waduk Narogong di Klapanunggal,” kata Ade Yasin.

Selain itu, upaya lainnya yaitu perbaikan dinding penahan sungai, rumah pompa dan penyediaan pintu air di permukiman yang terkena dampak banjir.

Seperti diketahui, pencemaran Sungai Cileungsi sudah berlanjut lama. Pada akhir Agustus lalu, Ombudsman RI Perwakilan Jakarta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sungai yang membentang di kawasan Gunung Putri dan Cileungsi, Bogor, tersebut.

Namun, setelah tiga upaya mengangkat persoalan itu ke publik, pencemaran dari sejumlah industri dan limbah pabrik masih meresahkan warga sekitar.

Pada Jumat (6/12) dan Sabtu (7/12), diperoleh informasi bahwa pencemaran tidak saja terjadi pada sungai yang melintas di Kecamatan Cileungsi dan Kecamatan Gunungputri, tetapi hingga ke wilayah Kabupaten Bekasi. Demikian juga berdampak pada pemukiman dan sumber air warga di sekitar industri yang beroperasi.

Salah satu protes terakhir dilakukan sejumlah ibu rumah tangga dan karang taruna di Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi karena terdampak akibat pencemaran sebuah pabrik aluminium, PT TWP. Protes dilakukan pada Rabu (4/12) terhadap pabrik yang beroperasi sejak 2006 lalu dengan membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan sejumlah dampak atas pencemaran. Dampak air limbah yang dirasakan adalah sumber air menjadi berwarna kuning yang diduga akibat pewarnaan logam alumunium. [Ant/LN-02]

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...