Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Raksasa Rebutan Bahan Baku...

Jakarta, Limbahnews.com – Upaya mengolah sampah plastik terus berkembang. Produsen air minum dalam...

PD PAL Minta Dana...

Jakarta, Limbahnews.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengkritisi permintaan anggaran...

Turis Asing Kapok ke...

Ilustrasi potensi wisata di Indonesia.Bintan, Limbahnews.com - Environment Estate Departemen Nirwana Resort...

Pemerintah Beri Insentif PPN,...

Jakarta, Limbahnews.com - Pemerintah saat ini terus memperbaiki ekosistem industri daur ulang sampah...
BerandaKasusTerganggu Karena Limbah,...

Terganggu Karena Limbah, PT Fuchs Indonesia Gugat Tetangganya ke PN Cikarang

Ilustrasi pencemaran udara oleh pabrik (Pertalindo)

Jakarta, Limbahnews.com – Dua perusahaan penghuni Kawasan Industri Jababeka diketahui sedang berperkara di Pengadilan Negeri Cikarang. PT Fuchs Indonesia sedang menggugat PT Sintertech yang menjadi tetangganya di kawasan Jababeka.

Pangkal masalahnya, Fuchs yang merupakan perusahaan pelumas ini merasa terganggu atas aktivitas pabrik Sintertech yang mengeluarkan limbah berupa debu berwarna merah.
Kuasa Hukum Fuchs, Gita Petrimalia dari kantor Hadromi & Partners menyebutkan kliennya mulai mengetahui ada limbah debu merah yang berasal dari cerobong asap milik Sintertech sejak 2015 lalu. “Klien menemukan debu merah tersebut mencemari udara dan mengendap di sekitar wilayah Fuchs Indonesia,” ujar Gita, Selasa beberapa waktu lalu.

Karena merasa ada gangguan limbah itu, manajemen Fuchs mengadukan hal tersebut ke pengelola Jababeka. Menurut Gita, hasilnya, pengelola Jababeka mengeluarkan surat teguran. Pengelola Jababeka, menurut Gita juga berhasil mempertemukan perwakilan Fuchs dan Sintertech. Dalam pertemuan di November 2015 tersebut, perwakilan Sintertech berjanji akan memasang collector debu dan mencari teknologi untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

Namun, seperti ditulis Kontan, pasca pertemuan itu juga tak membuat keluhan limbah pabrik itu selesai. Jababeka juga diketahui kembali memberikan surat teguran yang kedua tertanggal 26 April 2016. Gita menceritakan Fuchs juga mengadukan persoalan ini ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Yang hasilnya, ada Surat Keputusan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi No 660.3.1/113/GAKUM/DLH/XI/2018 tentang penerapan sanksi administratif Paksaan Pemerintah ke PT Sintertech tertanggal 30 November 2018. Inti dari SK itu bahwa menyatakan Sintertech telah melakukan pelanggaran aturan soal perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Fuchs pun memutuskan menggugat Sintertech ke PN Cikarang. Dalam perkara no 184/Pdt.G/2019/PN.Ckr, Fuchs meminta hakim untuk menyatakan ada perbuatan melanggar hukum dari tergugat.

Dalam gugatannya Fuchs juga meminta pembayaran kerugian materiil Rp 1,7 miliar dan immateriil sebesa Rp 7,5 miliar. Menurut Gita, sidang sedang memasuki tahap mediasi penggugat dan tergugat selama 40 hari. Jika mediasi ini gagal maka sidang akan dilanjutkan melalui pemeriksaan perkara. Saat dihubungi Kontan, Susi Kuasa Hukum Sintertech enggan berkomentar soal gugatan ini. [L-02]

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...