Kamis, Juli 25, 2024

Creating liberating content

E-Commerce Akui Penjualan Bahan...

Jakarta, Limbahnews.com - E-commerce B2B resin atau biji plastik pertama di Indonesia, Tokoplas.com...

Bank Dunia Soal Daur...

Jakarta. Limbahnews.com - Negara-negara Asia Tenggara merugi sebanyak US$ 6 miliar atau Rp...

Circulate Capital Luncurkan Pendanaan...

Mountrash membangun kemitraan dalam pengelolaan sampah plastik di Indonesia.Jakarta, Limbahnews.com - Circulate Capital...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...
BerandaKebijakanBupati Karawang Tak...

Bupati Karawang Tak Setuju Dihapus, Amdal Bakal Disederhanakan

Workshop Pertalindo membahas AMDAL di Jakarta, Sabtu (30/11/2019). (Facebook: Yessie)

Bogor, Limbahnews.com – Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana tak setuju dengan rencana Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional menghapus Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam syarat perizinan investasi. Dia khawatir hal itu membuat pembangunan tak terkontrol hingga berdampak buruk pada lingkungan.


“Menurut kami, kajian Amdal terpenting. Kalau IMB mungkin ok untuk layanan publik atau percepatan pembangunan. Tapi kalau Amdal tidak bisa,” kata Cellica di Karawang, baru-baru ini.

Cellica menilai Amdal adalah mekanisme yang cocok untuk menilai daya tampung lingkungan terhadap suatu industri atau pabrik. Jika Amdal dihapus, Cellica khawatir industri bakal berdampak negatif pada lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.


“Misalnya begini, perusahaan limbah atau perusahaan yang terindikasi membuang limbah harus dicek dulu. Harus tes (sidang) Amdal dulu. Kalau dihilangkan gimana?” kata Cellica seperti ditulis sejumlah media.


Cellica berharap, pemerintah pusat mempertimbangkan gagasan menghapus Amdal dari syarat investasi. Dia pun berharap pemerintah pusat mendengar aspirasi dari daerah sebelum gagasan menghapus Amdal itu direalisasikan.


Cellica mengaku memahami kekhawatiran pemerintah pusat ihwal investor yang tak jadi menanamkan modal di Indonesia karena kerumitan saat mengurus IMB, izin lokasi, izin lingkungan, Amdal dan sebagainya.


Secara terpisah, Kasubdit Kualitas Lingkungan dan Perubahan Iklim, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sudhiani Pratiwi mengatakan proses Amdal tidak dapat dihapuskan. Tetapi lebih pada penyederhanaan izin untuk mempermudah investasi.


“Amdal ini adalah perencanaan teknis untuk menentukan apakah suatu bangunan dapat dibangun ataupun tidak. Secara pribadi, jujur tidak setuju. Menurut saya, lebih baik izinnya disederhanakan saja,” ujarnya seperti dikutip Gatra.com, akhir November lalu.


Bila Amdal dihapuskan, katanya, tidak ada pengontrolan terhadap pendayagunaan lingkungan hidup dan ketersediaan air bersih. Dalam suatu pembangunan harus ada aturan main dan persyaratan yang wajib dipenuhi, maka sayang sekali bila tidak ada perhatian untuk pendayagunaan lingkungan.


Dengan izin yang disederhanakan tanpa menghilangkan Amdal, berdampak pada birokrasi yang makin mudah. Selama ini, ujarnya, sistem birokrat di Indonesia terlalu ribet hingga membuat investor enggan menanamkan investasi. [L-02]

Limbahnews.com // redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...