Kamis, Juli 11, 2024

Creating liberating content

Jepang Ingin Impor Limbah...

Ilustrasi pengolahan limbah sawit (Mikrobios.id)Medan, Limbahnews.com - Jepang tertarik mengimpor limbah dari kelapa...

Anthony Pratt, Miliarder Daur...

Jakarta, Limbahnews.com - Bukan rahasia lagi bagi turunan Yahudi menguasai ekonomi dunia. Rupanya...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Eka Sari Lorena Masuk...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah menjajaki bisnis...
BerandaKasusPemegang Paten Olah...

Pemegang Paten Olah Limbah Sawit Terlantar Lebih dari 25 Tahun

Jakarta, Limbahnews.com – Pemanfaatan limbah kayu sawit sebenarnya bisa digunakan sejumlah produk turunan dengan nilai tambah yang cukup tinggi. Salah satu pemegang paten tersebut adalah Jusuf Abdul Gani yang juga Direktur Utama PT Mulya karya Jayaco. Sayangnya, niat Jusuf Abdul Gani kandas karena perlakukan tidak adil yang diterimanya selama lebih dari 25 tahun.

Menurut Jusuf, berbagai limbah kayu sawit yang selama ini tidak manfaatkan secara optimal sebenarnya bisa diolah dalam berbagai jenis kayu lapis dan produk olahan lainnya.

“Nilai tambah yang bisa diperoleh dari pengolahan limbah kayu sawit sangat besar. Ini juga bisa memenuhi kebutuhan berbagai jenis kayu untuk industri dan rumah tangga di dalam negeri,” tegas pria yang sejak kecil menekuni bisnis kayu lapis di Medan, Sumatera Utara itu.

Dia menjelaskan bahwa dirinya sudah memikirkan untuk mengolah limbah kayu sawit sejak tahun 1991. Dalam beberapa uji coba yang dilakukan di pabrik kayu lapisnya, Jusuf sudah mendapatkan beberapa jenis produk turunannya.

“Ada beberapa produk yang sudah saya siapkan. Hak paten atas pengolahan limbah kayu sawit itu pun sudah saya dapatkan sejak tahun 2006 dari Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.

Namun, perjalanan untuk merintis pengolahan limbah kayu sawit itu kandas karena perlakuan tidak adil dari berbagai pihak di negeri ini. Bahkan, usaha kayu lapis yang dirintis keluarganya dan bakal mengolah limbah kayu sawit tersebut akhirnya bangkrut. Apa pasalnya?

Rupanya pemikiran visioner dari Jusuf Abdul Gani harus terkandas atas kasus yang menimpanya. Saat ini dia sedang berusaha agar permohonan Surat Keputusan (SK) Hak Pengusahaan Hutan (HPH) yang sudah diperolehnya sejak tahun 1991 agar bisa dieksekusi. Perjalanan atas SK HPH itu berliku-liku dan melalui banyak tahapan proses hukum mulai dari yang paling bawah hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA).

“Prosesnya cukup panjang sejak saya mengajukan SK HPH tahun 1983 dan diperoleh tahun 1991. Mohon dukungan dari berbagai pihak agar kasus yang saya alami ini bisa diselesaikan. Kalau urusan mengolah limbah kayu sawit itu hanya satu bagian dari pemikiran saya untuk mengangkat kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia ini,” tegasnya.

Saat ini, kata Jusuf, dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, dia terus berupaya agar pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mau melaksanakan eksekusi lahan Hak Kelola SK HPH. Bukan sebaliknya, KLHK lebih memilih perlindungan atas 19 perusahaan yang melakukan perusakan atas aset Negara HPT/Buffer Zone Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) Langkat yang sudah berubah dari kawasan hutan menjadi kebun sawit.

“Mengapa pemerintah lebih memilih perusakan hutan dibandingkan melestarikan hutan alam dengan hak kelola izin SK HPH PT Mulyakarya Jayaco yang berkekuatan hukum tetap,” tanya Jusuf.

Jusuf dalam beberapa kesempatan menyoroti kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya yang dinilai paling bertanggung jawab karena menolak perpanjangan HPH. Padahal, selama 35 tahun PT Mulyakarya Jayaco memiliki SK 277/Ktps-II/1991 tangga; 27 Mei 1991, SK 777/Kpts-II/1996 tanggal 18 Desember 1996, dan SK 640/Kpts-II/1999.

Untuk itu, Jusuf berharap Presiden Jokok Widodo bisa memberikan perhatian serius atas masalah kehutanan dan menindak tegas para aparat pemerintahan yang mempermainkan masyarakat dan tidak serius menjalankan tugas-tugasnya dengan benar. [L-02]

redaksi@limbahnews.com

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...