Minggu, Juli 21, 2024

Creating liberating content

Indonesia Buang Makanan Rp...

Bogor, Limbahnews.com - Konsumsi makanan yang melebihi angka produksi memunculkan banyak permasalahan, mulai...

Imbas Corona, Industri Daur...

Ilustrasi sampah plastik impor (Artalab.id)Jakarta, Limbahnews.com - Pengusaha Jawa Timur (Jatim) mulai...

BUMN Pertanian Garap Limbah...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Pertani (Persero) menggandeng Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca...

Terkait Amdal dan Limbah,...

Jakarta, Limbahnews.com - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berkomitmen ikut berkontribusi mengurangi...
BerandaKebijakanMasyarakat Waspada, Hipmi...

Masyarakat Waspada, Hipmi Jaya Dorong Pangan Tanpa Pengawet

Formalin Sangat Membahayakan

Jakarta, Agrifood.id – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Utara dan Jakarta Barat menyelenggarakan dialog bisnis kuliner bertajuk HIPMI Jaya Foodpreneur: Rahasia Awet Tanpa Pengawet” bertempat di Jakarta International Expo Kemayoran.

Ketua Umum Hipmi Jakarta Utara Fahreza Achmad dan Ketua Bidang Perekonomian HIPMI Jakarta Barat Felicia Kastary di Jakarta menjelaskan pihaknya terus mendorong agar para pelaku usaha makanan dan minuman berkembang. Salah satunya dengan tetap mengutamakan produk makanan dan minuman yang tidak menggunakan pengawet.

Untuk itulah, topik dialog pekan lalu tersebut difokuskan kepada upaya produksi yang baik, pemilihan packaging tepat, perawatan investasi peralatan, dan prosedur menuju kulaitas internasional.

Adapun dialog tersebut, Hipmi Jaya mengundang pembicara-pembicara yaitu Teti Kamayanti pemilik CV CA-WANG Pemenang UKM Pangan Award 2017 dan 2019, Indra pemilik SATmesin & LinezKitchen, Angela Merrychie Lead Auditor dan Tutor Sertifikasi ISO di NQA Indonesia, dan sebagai moderator sekaligus narasumber adalah Yossa Setiadi pemilik dari www.BawangSoy.com

Adapun dialog tersebut, Hipmi Jaya mengundang pembicara-pembicara yaitu Teti Kamayanti pemilik CV CA-WANG Pemenang UKM Pangan Award 2017 dan 2019, Indra pemilik SATmesin & LinezKitchen, Angela Merrychie Lead Auditor dan Tutor Sertifikasi ISO di NQA Indonesia, dan sebagai moderator sekaligus narasumber adalah Yossa Setiadi pemilik dari www.BawangSoy.com

Sebelum acara berlangsung, Direktur Jenderal Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Bapak Muhammad Khayam dan CEO Kristamedia Daud Dharma Salim mengunjungi booth dari anggota HIPMI Jaya.

Seperti diketahui, pemanfaatan pengawet pada makanan dan minuman sangat semakin marak. Masyarakat harus semakin waspada dengan masih maraknya pemakaian bahan pengawet, terutama formalin, pada beberapa jenis makanan. Makanan berformalin sangat membahayakan kesehatan tubuh manusia.

Guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga pakar gizi Ali Khomsan baru-baru ini kepada Agrifood.id menjelaskan bahwa ancaman pengawet mayat itu sangat berbahaya karena bersifat karsinogen. Formalin disebut dapat merusak sistem saraf tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persarafan tubuh (neurotoksik). Sejauh ini, informasi yang ada menyebutkan tidak ada level aman bagi formalin jika tertelan manusia.

“Fungsi formalin memang dipakai sebagai desinfektan, antimikroba, bahan cat, dan lain-lain, jadi tidak untuk makanan,” tegasnya.

Untuk itu, kata dia, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang dibeli di luar rumah sendiri. Di sisi lain, perlunya penegakkan hukum kepada para pengguna dan pengedar formalin tersebut.

Dari pantauan Agrifood.id, pemakaian formalin pada makanan masih marak di sejumlah daerah. Mi basah, tahu, ikan, dan makanan lainnya diduga paling sering menggunakan formalin.

Baru-baru ini, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menangkap tiga tersangka yang memproduksi mi basah mengandung boraks dan formalin. Ketiga tersangka, yakni M (57) ditangkap di Nanggeleng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kemudian AS (53) dan RH (39) di Cianjur, Jawa Barat karena mencampur formalin dan boraks ke air rebusan mi. [AF-04]

Continue reading

Cara Mudah Mengelola Sampah Organik Dengan Biopori

Sampah organik merupakan salah satu jenis sampah yang paling banyak dihasilkan oleh masyarakat di Indonesia. Sampah organik ini dapat berasal dari sisa makanan, daun-daunan, ranting-ranting, dan sebagainya.Menurut data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari 17 juta ton timbulan...

Kreatif dan Ramah Lingkungan: Jam Tangan Estetik ini Terbuat Limbah Kayu

Jika berada di tangan yang tepat, bahkan limbah yang biasanya berakhir di tempat sampah, bisa diubah menjadi sesuatu indah dan bernilai ekonomi.Itulah yang dilakukan oleh Ryssa Putri, wanita berusia 24 tahun asal Blitar. Dia menekuni usaha pembuatan jam tangan...

Masker Bedah Didaur Ulang untuk Hasilkan Gas Kaya Hidrogen

Masker bedah telah menjadi barang yang sangat umum dalam kehidupan sehari-hari kita selama pandemi COVID-19. Meskipun dunia telah berhasil melewati masa kritis ini, limbah masker medis ini masih menjadi masalah bagi lingkungan.Namun, peneliti dari Kaunas University of Technology (KTU)...